Breaking News

maritim
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Layakkah Indonesia Meniru Kapal Induk Drone Shaheed Beheshti Iran yang Dikonversi dari Kapal Kargo?

peace     10.35    

ACDI
-- **** Kapal induk drone *Shaheed Beheshti* milik Iran, yang dikonversi dari kapal kargo komersial, menjadi sorotan dunia karena inovasinya dalam memanfaatkan teknologi drone untuk pertahanan maritim. Konsep ini dianggap sebagai solusi hemat biaya untuk meningkatkan kemampuan pertahanan maritim. Lantas, layakkah Indonesia meniru konsep serupa? Berikut analisis mendalam mengenai potensi, kelebihan, tantangan, dan rekomendasi untuk Indonesia jika memutuskan untuk mengadopsi ide ini.

---

### **1. Apa Itu Kapal Induk Drone Shaheed Beheshti?**
*Shaheed Beheshti* adalah kapal induk drone milik Iran yang awalnya merupakan kapal kargo komersial. Kapal ini dikonversi menjadi platform operasi drone militer, dilengkapi dengan sistem peluncuran dan pengendalian drone untuk misi pengintaian, serangan, dan pertahanan. Konsep ini dianggap sebagai solusi hemat biaya untuk meningkatkan kemampuan pertahanan maritim.

---

### **2. Kelebihan Konsep Shaheed Beheshti untuk Indonesia**

#### **a. Biaya Lebih Terjangkau**
- Dibandingkan membangun kapal induk konvensional, mengonversi kapal kargo menjadi kapal induk drone jauh lebih murah. Ini cocok untuk Indonesia yang memiliki anggaran pertahanan terbatas.

#### **b. Fleksibilitas Operasional**
- Kapal induk drone dapat digunakan untuk berbagai misi, seperti pengintaian, patroli maritim, dan serangan presisi, tanpa memerlukan awak pesawat tempur.

#### **c. Mendukung Kemandirian Alutsista**
- Indonesia dapat memanfaatkan industri galangan kapal dalam negeri untuk mengonversi kapal kargo, sekaligus mendorong pengembangan teknologi drone lokal.

#### **d. Cocok untuk Wilayah Maritim Indonesia**
- Dengan 17.000 pulau dan perairan yang luas, kapal induk drone dapat menjadi alat efektif untuk mengawasi dan melindungi wilayah maritim Indonesia.

#### **e. Mengurangi Ketergantungan pada Pesawat Tempur**
- Drone dapat melakukan misi berisiko tinggi tanpa membahayakan nyawa pilot, sekaligus mengurangi biaya operasional pesawat tempur.

---

### **3. Tantangan dan Kekurangan Konsep Shaheed Beheshti untuk Indonesia**

#### **a. Keterbatasan Teknologi Drone**
- Indonesia masih tertinggal dalam pengembangan drone militer canggih, terutama yang mampu dioperasikan dari kapal induk.

#### **b. Kebutuhan Pelatihan dan Sumber Daya Manusia**
- Operasional kapal induk drone membutuhkan tenaga ahli dalam bidang teknologi drone, sistem komunikasi, dan pertahanan maritim.

#### **c. Risiko Keamanan**
- Kapal induk drone rentan terhadap serangan siber dan elektronik, yang dapat melumpuhkan sistem pengendalian drone.

#### **d. Ketergantungan pada Komponen Impor**
- Meski kapal kargo dapat dikonversi di dalam negeri, komponen seperti sistem drone, radar, dan persenjataan mungkin masih harus diimpor.

#### **e. Tantangan Diplomasi**
- Memiliki kapal induk drone dapat memicu kekhawatiran negara tetangga, terutama yang memiliki sengketa wilayah dengan Indonesia.

---

### **4. Potensi Pemanfaatan di Indonesia**

#### **a. Pengawasan dan Patroli Maritim**
- Kapal induk drone dapat digunakan untuk memantau aktivitas ilegal seperti pencurian ikan, penyelundupan, dan pembajakan di perairan Indonesia.

#### **b. Operasi Bencana Alam**
- Drone dapat dikerahkan untuk misi pencarian dan penyelamatan, pemetaan wilayah bencana, serta pengiriman bantuan logistik.

#### **c. Dukungan untuk Poros Maritim Dunia**
- Kapal induk drone dapat menjadi simbol komitmen Indonesia dalam mewujudkan visi Poros Maritim Dunia.

---

### **5. Studi Kasus: Iran dan Shaheed Beheshti**
Iran berhasil mengonversi kapal kargo menjadi kapal induk drone dengan biaya relatif rendah, menunjukkan bahwa konsep ini layak dipertimbangkan. Namun, Iran juga memiliki keunggulan dalam pengembangan teknologi drone militer, yang belum sepenuhnya dimiliki Indonesia.

---

### **6. Rekomendasi untuk Indonesia**

#### **a. Kolaborasi dengan Industri Lokal**
- Pemerintah dapat bekerja sama dengan industri galangan kapal dan startup teknologi untuk mengembangkan kapal induk drone.

#### **b. Investasi dalam Riset dan Pengembangan**
- Indonesia perlu meningkatkan investasi dalam riset dan pengembangan teknologi drone dan sistem pertahanan maritim.

#### **c. Pelatihan Sumber Daya Manusia**
- Membangun pusat pelatihan khusus untuk mengembangkan keahlian dalam operasional kapal induk drone.

#### **d. Diplomasi dan Transparansi**
- Indonesia perlu menjelaskan tujuan pembangunan kapal induk drone kepada komunitas internasional untuk menghindari kesalahpahaman.

---

### **7. Kesimpulan**
Konsep kapal induk drone seperti *Shaheed Beheshti* layak dipertimbangkan oleh Indonesia, terutama karena biayanya yang lebih terjangkau dan potensinya untuk memperkuat pertahanan maritim. Namun, Indonesia perlu mengatasi tantangan dalam hal teknologi, sumber daya manusia, dan diplomasi. Dengan perencanaan matang dan kolaborasi yang baik, kapal induk drone dapat menjadi aset strategis yang mendukung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Dibuat oleh AI

KRI Kerambit 627 Dilengkapi Persenjataan Canggih SEWACO

peace     17.13    
ilustrasi


ACDI -- PT PAL Indonesia (Persero) melakukan prosesi serah terima kapal perang jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) berukuran 60 meter yang diberi nama KRI Kerambit 627 kepada Kementerian Pertahanan di Dermaga Ujung Surabaya, Kamis (25/7). Penyerahan KRI Kerambit 627 dilakukan oleh Direktur Utama PT. PAL Indonesia Budiman Saleh, yang diterima langsung oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Direktur Utama PT. PAL Indonesia Budiman Saleh menjabarkan, KRI Kerambit 627 memiliki spesifikasi panjang 60 meter, lebar 8,10 meter, dan berat 4,67 ton. Kapal tersebut memiliki kecepatan maksimal 28 knots, dengan kecepatan jelajah 20 knots, serta mampu berlayar dengan endurance selama 4-5 hari.

"Pembangunan kapal KCR 60 meter Kerambit ini terdiri atas dua tahap kontrak. Yaitu tahap pertama adalah kontrak platform yang telah kami selesaikan 100 persen pengerjaannya pada 13 Juli 2018. Tahap kedua adalah kontrak pengembangan plafon yang sesaat lagi akan kami serah terimakan dengan penyelesaian tepat waktu," kata Budiman. Selanjutnya, kata Budiman, pada kapal KCR Kerambit akan dilaksanakan kegiatan pemasangan Sensor Weapon Control (SEWACO).

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, kapal KCR Kerambit merupakan bagian dari konsep pembangunan kekuatan pertahanan dalam strategi pertahanan negara, menuju kemandirian industri pertahanan. Saat ini, kata Ryamizard, total kapal KCR 60 meter yang telah memperkuat jajaran TNI Angkatan Laut sebanyak 4 unit.

"Kemudian masih ada dua KCR lainnya yang mulai dikerjakan oleh PT PAL Indonesia. Diharapkan pada 2002 PT PAL Indonesia dapat menyelesaikan seluruh pesanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk kapal KCR 60 meter," ujar Ryamizard.

Ryamizard mengungkapkan, KCR Kerambit nantinya akan dilengkapi persenjataan terbaru SEWACO yang kontraknya sudah ditandatangani antara PT PAL dengan Kemenhan. Sehingga KCR Kerambit nantinya memiliki fungsi asasi sebagai kapal kombatan, yang diharapkan mampu mendukung pertahanan di perairan Indonesia.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji mengatakan, setelah diserahkan dari Kemenhan ke TNI AL, KCR Kerambit nantinya akan dioperasikan di Komando Armada I. KCR Kerambit nantinya akan memperkuat pertahanan di perairan Indonesia, tepatnya di wilayah barat.

"KRI Kerambit nanti akan memulai untuk operasional armada I di wilayah barat. KCR ini dibanding yang sebelumnya lebih canggih dari sisi combat manajemen system, dan juga persenjataannya," ujar Siwi.

More

Wuih, TNI AL Akan Bentuk Komando Armada Gabungan Setara Kostrad

peace     13.31    
ilustrasi
ACDI -- Markas Besar TNI Angkatan Laut (Mabesal) akan membentuk komando armada (Koarmada) gabungan yang nantinya membawahi tiga komando utama, yakni Koarmada I, Koarmada II dan Koarmada III.

"Ini masih dalam rencana yang tertuang dalam Minimum Essential Force (MEF), namanya armada besar. Mengenai kapan terlaksananya masih menunggu kebijakan pimpinan TNI. Doakan saja," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Gig JM Sipasulta usai acara pisah sambut Kadispenal, di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (15/10/2018).

Menurut dia, pembentukan Koarmada gabungan membutuhkan sarana, seperti kantor, anggaran, dan prajurit. Apabila direalisasikan, otomatis satuan tersebut pimpinan oleh perwira tinggi dengan pangkat bintang tiga atau laksamana madya.

"Nah, kalau tambah satu bintang tiga lagi di TNI AL, itu bagus. Dan rencana pembentukannya pun sudah dibahas di Mabes TNI dan Mabes TNI AL," ujarnya.

Keputusan mengenai rencana pembentukan Koarmada gabungan itu, kata Kadispenal, berada di tangan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai penentu kebijakan bagi pengembangan organisasi TNI.

Koarmada gabungan TNI AL itu akan setara dengan satuan serupa di TNI Angkatan Darat, yakni Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad). Dalam strukturnya, Kostrad membawahi Divisi Infanteri I, Divisi Infanteri II, dan Divisi Infanteri III.

More

Sanner dan Printer 3D untuk Rekayasa Ulang

peace     17.35    
ACDI -- Teknologi scanner dan printer 3D saat ini sudah semakin canggih, sehingga bukan alasan lagi bagi negara berkembang untuk tidak mampu memproduksi alat pertahanan sendiri.

Dengan dua alat ini, berbagai suku cadang dapat diproduksi berdasarkan model yang mudah didapat atau dari museum kapal atau pesawat di museum untuk direka ulang.

Bahkan perusahaan sekelas SpaceX dan lainnya juga menggunakan teknologi 3D untuk mengembangkan produk mereka.

Berikut beberapa video:


Melihat Perbandingan Tank Tempur tanpa Awak Buatan STTAL, Rusia dan AS

peace     17.16    
ACDI -- Tank tempur tanpa awal diciptakan oleh maahsiswa STTAL Surabaya.

Penggunaan kendaraan tempur tanpa awak mulai dikembangkan di beberapa negara termasuk AS, dan Rusia.

Berikut penampakannya. Bandingkan dengan buatan Rusia.


#TNI AL Punya Tiga #Kapal #Patroli Baru di #Batam

peace     13.49    
ACDI -- TNI AL meresmikan tiga kapal patroli baru, Selasa (10/1/2017), di Batam, Kepulauan Riau. Seluruh kapal akan bergabung dengan Komando Armada RI Kawasan Timur.

Kepala Staf TNI AL Laksamana Ade Supandi menuturkan, tiga kapal patroli itu mulai dibangun pada 2015. Seluruh proses pembangunan dilakukan di Batam.

“Pembuatan kapal-kapal ini membuktikan Indonesia mampu mandiri dalam pengadaan alutsista,” ujarnya di sela peresmian.

Kapal yang diresmikan adalah KRI Tatithu-853, KRI Layaran-854, dan KRI-Madidihang-855.

Setiap kapal sepanjang 40 meter itu akan dilengkapi meriam 30 milimeter. Namun, senjata untuk kapal-kapal itu belum dipasang.

“Pengadaan senjata oleh TNI AL, bukan oleh pembuat kapal. Nanti senjata akan dipasang oleh TNI AL, sudah proses pengadaan,” tuturnya.

Seluruh kapal akan segera bergabung dengan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yang bermarkas di Surabaya.

Dalam peresmian kemarin, TNI AL sekaligus menyerahkan kapal-kapal itu kepada Koarmatim.

Dengan penambahan tiga kapal itu, TNI AL sudah memiliki 18 kapal patroli berspesifikasi sejenis. Sebagian kapal-kapal itu dibuat di Batam.


More

Segera Miliki Kaos 'NKRI Forever'

peace     16.34    



Untuk pemesanan lihat di sini

Majapahit Navy, Regional Superpower in Southeast Asia

peace     20.26    
THE powerful Hindu kingdom, Majapahit, emerged in the 13th century and united much of what is now modern Indonesia.This Hindu-Buddhist state emerged as a trading Empire by the end of the 13th century and gained control over much of the archipelago, including Sumatra, Borneo, Sulawesi, Maluku, Sumbawa, Lombok, and Timor. Its territorial expansion was credited to its significant naval power and, to some extent, to Gadjah Mada, who was the military commander of the kingdom from 1336.



Majapahit Kingdom was the last great Hindu-Buddhist Kingdom of Indonesia, whose influence started to decline in the late 14th century and early 15th centuries. The Kingdom finally collapsed at the beginning of the 16th century. It is sometimes seen as establishing a precedent for the present political boundaries of the Republic of Indonesia (Ricklefs 1993: 19).

The Majapahit Empire was based in eastern Java and ruled much of the southern Malay Peninsula, Borneo, Sumatra, and Bali from about 1293 to around 1500. Its greatest ruler was Hayam Wuruk, whose reign from 1350 to 1389 marked the empire's peak.

More here, here and here

Prospek SMK Maritim

peace     02.08    
Kepala UPTD Akademi Maritim Kalimantan Kelly G Girsang mengatakan, negara-negara di Eropa dan Amerika mulai melirik bidang kemaritiman di Indonesia. Pasalnya, masyarakat Eropa dan Amerika sudah mulai jenuh dengan pekerjaan yang berhubungan dengan kelautan.

Alasan kejenuhan tersebut karena penghasilan di laut dengan darat tidak ada bedanya. Dengan adanya kejenuhan dari Eropa dan Amerika tersebut, menjadi peluang kemaritiman di Indonesia. "Termasuk peluang bidang kemaritiman di Kaltim sangat besar untuk bekerja, baik untuk skala nasional atau internasional," kata Kelly kepada wartawan, belum lama ini.

Untuk wilayah Asia, Eropa melirik Indonesia dan Filipina. Alasan mereka adalah lebih tertarik merekrut tenaga kelautan dari Indonesia dan Filipina. Karena dua negara ini memiliki karakter lembut, kalem serta tidak temperamental. Peluang lulusan Akademi Maritim tersebut sangat besar untuk langsung mendapatkan pekerjaan yang diharapkan, sebab di Kalimantan ini saja masih banyak kekurangan tenaga profesional di bidang kelautan. "Mereka lebih menyukai bangsa kita yang tidak arogan dan tidak menuntut sesuatu yang berlebihan," kata Kelly.

Kelly optimistis, meski hanya berijazah D3, namun para lulusannya tak akan mengecewakan, sebab selama mereka belajar, bukan hanya duduk di bangku sekolah saja, namun lebih banyak praktik dan terjun ke lapangan.

Indonesia Bangun Kapal Kombatan

peace     04.14    
Indonesia akan membangun kapal perang jenis kombatan untuk mengawal perairan di kawasan timur. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro memaparkan, pengadaan kapal tersebut untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Purnomo usai menerima penghargaan Bintang Yudha Dharma Utama dari Presiden di Jakarta, Kamis (1/7). Ia menjelaskan, saat ini Kementerian Pertahanan masih terus melakukan persiapan untuk melakukan pembangunan kapal perang tempur yang akan dilaksanakan di PT PAL Surabaya.

"Dalam waktu satu sampai dua bulan ini, kami persiapkan untuk membangun kapal perang kombatan terbesar yang kita punya," ujarnya. Kapal tersebut kelak akan ditempatkan untuk menjaga perairan kawasan timur Indonesia yang memiliki perairan terbuka yang luas.

Di tempat terpisah, Panglima Komando Lintas Militer (Kolinlamil) Laksamana Muda TNI Slamet Sulistiyono mengungkapkan, pihaknya memensiunkan enam kapal tua jenis angkut tank (landing ship tank).

"Enam kapal tank buatan Amerika tersebut rata-rata usianya 64 sampai 70 tahun. Meski sebenarnya masih cukup terawat, namun sudah waktunya untuk diganti," tuturnya usai upacara peringatan HUT ke-49 Kolinlamil di Markas Kolinlamil, Tanjug Priok, Jakarta.

Menurut Slamet, penghapusan kapal tua tersebut merupakan bagian dari kebijakan pembangunan menuju kekuatan pokok minimum TNI AL. Untuk pengadaan kapal baru saat ini masih dalam tahap perencanaan.

Rakyat tak sabar menunggu kapal selam buatan Indonesia meluncur

peace     15.47    
ilustrasi
Spesifikasi teknis KS-22 :
• Panjang : 22.0 m
• Diameter press hull : 3.0 m
• Draft : 2.6 m
• Displacement atas air : 111 ton
















• Displacement bawah air : 133 ton
• Radius/ kecepatan di permukaan : 1200 mil / 8-12 knot
• Radius/ kecepatan di bawah air : 160 mil / 4-14 knot
• Endurance : 6 Minggu
• Kedalaman selam : 80-140 m
• Awak : 11 personel
• Mesin : 1x250kW, Diesel generator
• Battery : 220 sel - 440 volt DC
• Kapasitas BBM : 20 ton
• Propeler : Twin screws - counter
• Senjata : 4 Torpedo SUT (Surface & Underwater Torpedo)

Kegiatan operasi pengamanan laut terus meningkat dari hari ke hari dan itu diperlukan dukungan alutsista yang memadai

peace     15.46    
Jajaran TNI Angkatan Laut terus berupaya melengkapi kebutuhan alutsista guna mendukung tugas operasi pengamanan laut dan wilayah perairan Indonesia.

Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Among Margono kepada wartawan di Surabaya, Rabu (16/6), mengatakan, penambahan alat utama sistem senjata (alutsista) di lingkungan TNI AL disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran yang tersedia.

"Kegiatan operasi pengamanan laut terus meningkat dari hari ke hari dan itu diperlukan dukungan alutsista yang memadai," katanya seusai memimpin gelar admiral inspection di Markas Koarmatim di Dermaga Ujung, Surabaya.

Among Margono mengemukakan, Mabes TNI AL telah menyusun rencana strategis jangka panjang selama lima tahun ke depan, termasuk di dalamnya pengadaan sejumlah alutsista baru. "Sejumlah alutsista itu, seperti pengadaan dua unit kapal selam pada 2014, sejumlah kapal tempur dan pesawat udara. Pengadaan itu untuk mengganti alutsista lama yang sudah tidak digunakan," ujarnya.

Untuk pengadaan kapal perang, lanjut Pangarmatim, Mabes TNI bekerja sama dengan PT PAL, sementara untuk pesawat udara dengan PT Dirgantara Indonesia. Gelar admiral inspection atau inspeksi laut merupakan salah satu tradisi yang dilakukan menjelang pergantian Kepala Staf TNI AL maupun Panglima Komando Armada RI.

Kegiatan tersebut menjadi ajang perpisahan pimpinan TNI AL dengan para prajurit, sekaligus memperkenalkan pimpinan yang baru. Dalam kegiatan itu, Pangarmatim Laksda TNI Among Margono, yang didampingi calon penggantinya Laksda TNI Bambang Suwarto, melakukan inspeksi kapal perang dan prajurit dengan menggunakan Kapal Perang RI Mulga-832.

Serah terima jabatan Pangarmatim dijadwalkan berlangsung pada Jumat (18/6) dan dipimpin langsung Kasal Laksamana TNI Agus Suhartono. Laksda TNI Among Margono yang baru menjabat Pangarmatim pada awal Maret 2010 selanjutnya mendapat promosi jabatan sebagai Asisten Perencanaan (Asrena) Kasal di Markas Besar TNI AL.

PT IKI Siap Jadi Tulang Punggung Industri Transportasi Maritim Indonesia

peace     14.08    
Management PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) berencana untuk terus melakukan pengembangan galangan, sebagai Perusahaan Negara yang terletak di kawasan timur Indonesia dan merupakan galangan terbesar di Indonesia Timur, PT.IKI(Persero) terus berupaya untuk meraih potensi pasar yang ada di Indonesia khususnya Indonesia Timur.

Lokasi di Mamuju, Sulawesi Barat

Pengembangan Unit Bisnis PT Industri Kapal Indonesia (Persero) Lokasi ini berdekatan dengan Pelabuhan Belangbelang Mamuju, di mana Potensi pasar yang ada yaitu banyaknya perusahaan-perusahaan Perikanan yang memiliki Kapal, dan belum adanya Galangan Kapal yang berada di provisi baru tersebut Lokasi ini cukup menggairahkan karena letaknya yang sangat berdekatan dengan pulau Kalimantan dan merupakan jalur lalu lintas kapal antar pulau di Indonesia Timur dan Indonesia Tengah. Sampai saat ini PT. IKI (Persero) tetap mengupayakan dana pembangunan dan Pengembangan bisnis Perkapalan di kawasan tersebut.

Lokasi di Kendari,Sulawesi Tenggara
Pengembangan Unit Bisnis di Kendari merupakan salah satu bentuk kerja sama galangan setempat dengan PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) dan sampai saat ini pembahasan tentang pengembangan ini masih dalam proses.

Peletakan Lunas Kapal Tug Boat 2x1000 HP dan Serah Terima Kapal Antarnusa LCT-I di Cabang Cirebon

peace     14.03    
Pada tanggal 10 Mei 2010 PT. DKB Cabang Cirebon telah melaksanakan Peletakan Lunas Kapal Tug Boat 2 x 1000 HP pesanan PT. Antarnusa Marine Samarinda, dan perlu diketahui bahwa kapal tersebut merupakan kapal kedua yang dipesan oleh PT. Antarnusa Marine Samarinda dimana sebelumnya telah memesan kapal yang diberinama Antarnusa LCT-I yang pada kesempatan yang sama akan diserahterimakan.

Memberikan sambutan dalam acara tersebut adalah Direktur Pembangunan Kapal Baru Bpk. Nyoman Sudiana , beliau menyampaikan bahwa PT, DKB menyambut baik atas kerjasama yang berkesinambungan ini dengan membangun kembali armada kapalnya di PT. DKB, dan untuk saat ini adalah merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi dan PT, DKB akan mendukung dengan memberikan harga kapal yang sesuai dengan pasar dengan kualitas yang baik.

Di kesempatan yang sama Direktur Utama PT, Artanusa Marine Samarinda Bpk. Tandi Sunarto memberikan sambutan bahwa beliau merasa bersyukur karena meski belum lama menqgeluti bisnis perkapalan namun telah memiliki 6 armada kapal, serta merasa yakin dengan peluang bisnis tersebut masih sangat menjanjikan.


Dimana dengan adanya regulasi Pemerintah kedepan kapal harus berbendera Indonesia sehingga kapal berbendera asing akan ditarik, maka kesempatan bisnis perkapalan ini masih 1 memiliki potensi yang sangat besar. Sementara itu, Kepala Cabang PT. DKB Cirebon Bpk. Asri Suprianto dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk kembali membangun kapal tersebut dan tetap mengharapkan kerjasama semua pihak dalam penyelesaian kapal tersebut agar dapat diselesaikan dengan tepat waktu serta dengan mutu yang baik. Dalam sambutannya kacab Cirebon menyampaikan bahwa kedepan akan segera membangun fasilitas galangan dengan system Airbag, dimana manfaat fasilitas tersebut dapat menyerap tenaga kerja, dan membuat pelabuhan Cirebon lebih berkembang lagi.

Selamat kepada seluruh Pimpinan dan staf PT. DKB Cabang Cirebon semoga terus dapat berjaya dengan pembangunan - pembangunan kapal berikutnya serta terus meningkatkan kinerjanya Amin.

More

PAL INDONESIA LUNCURKAN KAPAL CHEMICAL TANKER, PESANAN ITALIA

peace     10.41    
Ditengah perusahaan menghadapi kesulitan keuangan PAL INDONESIA mampu meluncurkan Kapal Chemical Tanker 6200 DWT, Pesanaan Mediterania di Navigazione SpA Italia. Kamis 03 September 2009 ; 10.00 WIB, pada saat air laut pasang tertinggi bertempat di dermaga divisi kapal perang. Hal tersebut membuktikan bahwa PAL INDONESIA mempunyai komitmen yang tinggi untuk memberikan yang terbaik kepada pelangganya. Kapal Chemical Tanker 6200 DWT ini merupakan kapal pertama yang di bangun di galangan dalam negeri karena kapal ini di rancang khusus untuk mengangkut bahan-bahan kimia dan material yang di pakai juga menggunakan bahan khusus yaitu super duplex. Menurut jadwal kapal ini akan di serahkan pada medio Pebruari 2010.

Metode peluncuran ini, sangat berbeda dengan metode peluncuran yang telah dilakukan galangan kapal terkemuka di dunia pada umumnya. Di galangan kapal negara maju, pada umumnya peluncuran kapal berukuran besar masih menggunakan rel dan crudle-crudle yang disiapkan pada lahan secara permanen. Sementara metode yang diterapkan oleh PAL INDONESIA menggunakan bantalan kayu yang bisa dibongkar dan dipasang ulang (Knock Down) pada lahan-lahan terbatas, sehingga bisa dilakukan secara berulang-ulang dengan tingkat biaya lebih rendah.

“Temuan ini bermula saat PT. PAL INDONESIA (PERSERO) kebanjiran order kapal pada 1998 Sementara dock space yang tersedia sudah terisi penuh sehingga mendorong PAL INDONESIA untuk mencari terobosan baru dengan memanfaatkan seluruh kemampuan yang ada, dan dalam PAL INDONESIA bekerjasama dengan ahli-ahli perkapalan ITS, membuat simulasi dan kalkulasi secara terus menerus dengan mngembangkan cara tradisional di padukan dengan perhitungan modern, yang menghasilkan metode peluncuran Side Launching dan End Launching. Dimana metode ini bisa di gunakan untuk membangun kapal dengan skala besar dengan biaya yang relative murah dan bisa di kembangkan dimana saja.

Sebelumnya, melalui metode yang sama, PT. PAL INDONESIA (PERSERO) telah berhasil melakukan peluncuran di antaranya ; Kapal Tanker 17.500 LDWT, Palwo Buwono 400 TEUS, Palwo Buwono 1600 TEUS, Floating Production Unit (FPU) dan Caraka Jaya 4.200 DWT, dan seterusnya sampai pada Chemical Tanker 6200 DWT, merupakan peluncuran yang ke sepuluh.

Keberhasilan PT. PAL INDONESIA (PERSERO) menemukan metode peluncuran di lahan sempit dan perairan terbatas, telah mendorong PAL INDONESIA untuk menyebar luaskan menjadi paket inovasi khususnya bagi daerah-daerah yang memiliki potensi pengembangan industri perkapalan dan galangan-galangan nasional yang membutuhkan.

Setidaknya ada beberapa kelebihan dari penerapan teknologi peluncuran semacam ini, yaitu :

* Peluncuran dapat dilakukan meskipun di daerah yang memiliki lahan dan perairan terbatas. Setelah peluncuran, area yang digunakan dapat dibersihkan kembali seperti semula.
* Peluncuran dapat dilakukan di daerah yang dikehendaki pihak pemesan
* Tidak memerlukan investasi besar untuk membangun fasilitas pembangunan kapal.
* Dapat diaplikasikan untuk pembangunan kapal-kapal skala besar.
* Metode peluncuran telah di buktikan oleh PAL INDONESIA sebanyak sembilan kali dan terbukti aman. Untuk itu sangat layak dipakai sebagai acuan untuk pembangunan kapal dengan metode peluncuran ini:

Ukuran Utama Kapal Chemical Tanker 6200 DWT

* Panjang Keseluruhan : 100,00 m
* Panjang Antara Garis Tegak : 95,00.m
* Lebar : 16,98.m
* Tinggi Dek Utama : 8,60 m
* Sarat Air : 6,80 m
* Kecepatan : 14,00 knot
* Crew : 16 + 2

Indonesia launch more LPD ship

peace     14.59    
Indonesia's biggest naval shipyard, PT PAL launch the fourth LPD ship ordered by defense ministry.

This Landing Platform Dock of 125 Meter length (LPD 125 M) with Hull no W000240 symbolize the ability of Indonesia to produce its own defense equipment to protect the fast and large territory of the motherland..

More

USS Oriskany: The "ghost fleet"

peace     07.14    
(CV/CVA-34) - nicknamed Mighty O, The O-boat, and Toasted O - was one of 24 Essex-class aircraft carriers completed during or shortly after World War II for the United States Navy. The ship was the third US Navy ship to bear the name, and was named for the Revolutionary War Battle of Oriskany.

The history of Oriskany differs considerably from that of her sisters. Originally designed as a "long-hulled" Essex-class ship (considered by some authorities to be a separate class, the Ticonderoga class) her construction was suspended in 1947. She was eventually commissioned in 1950 after conversion to an updated design called SCB-27 or "27-Charlie", which became the template for modernization of 14 other Essex-class ships.

PT PAL hands over new warship

peace     04.42    
State shipbuilder PT PAL handed over a new warship to the Defense Ministry on Saturday and will produce a more sophisticated combat vessel, Antara news agency reported.

The construction of the KRI Banjarmasin is part of a program to rejuvenate the Indonesian Navy fleet. Financial constraints have forced the Navy to keep many aging vessels operating, leaving them vulnerable to accidents.

PT PAL president director Harsusanto said the new warship could carry 560 personnel and five helicopters. Unlike other ships, the KRI Banjarmasin incorporates a stealth design that allows it to avoid radar detection.

The warship cost the state US$30 million, most of which was spent on the South Korean-made engine.

Defense Minister Purnomo Yusgiantoro said the ministry’s researchers and PT PAL would design a bigger and more powerful warship.

Purnomo added the government would remain cautious about allocating a budget to procure submarines. “We are ready to buy submarines, but we need more time to study the plan,” Purnomo said.

At least two countries – South Korea and Russia – have offered to build submarines for the Indonesian Navy.

PT PAL segera Luncurkan Kapal Baru TNI AL

peace     23.39    
PT PAL segera meluncurkan kapal baru jenis Landing Platform Dock (LPD) untuk TNI Angkatan Laut.

"Rencananya kapal diresmikan pada akhir pekan ini," kata Direktur Utama PT PAL Harsusanto di sela-sela Seminar Nasional Revitalisasi Industri Pertahanan yang digagas Departemen Pertahanan, di Jakarta, Selasa (24/11).

Harsusanto mengatakan, kapal baru jenis LPD itu akan dinamai KRI Banjarmasin dan merupakan kapal LPD ketiga dari empat LPD yang dipesan untuk TNI Angkatan Laut. LPD pertama dan kedua, dibuat di Korea Selatan sedangkan LPD ketiga dan keempat dilakukan PT PAL.

Ia mengatakan, hingga 2014 PT PAL telah mendapat kontrak dari Departemen Pertahanan dan TNI Angkatan Laut yakni dua kapal selam, dua kapal perusak kawal rudal (PKR), 11 unit KCR-40, tujuh unit kapal angkut tank (AT), 17 unit tank amfibi, dan 25 unit peningkatan kemampuan kapal-kapal perang TNI Angkatan Laut.

"Untuk kapal selam, masih dalam perencanaan. Sedangkan untuk PKR dalam proses tender atau menunggu Tim Evaluasi Pengadaan Dephan. Dan bagi kapal angkut tank kini dalam pembahasan dengan Dislitbang TNI Angkatan Laut," ujar Harsusanto.

Sementara untuk peningkatan kemampuan kapal perang, TNI Angkatan Laut akan melaksanakan antara lain pemasangan rudal, sonar dan pengalihan fungsi.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Agus Suhartono mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan kebutuhan kekuatan pokok minimum TNI Angkatan Laut 2010-2019 disesuaikan dengan kemampuan PT PAL.

"Kami telah lama berkomitmen untuk mendukung revitalisasi industri pertahanan nasional, dan sebagian telah berjalan. Seperti pengadaan kapal patroli cepat 57 mm dan LPD yang telah selesai satu kapal lagi," tuturnya.

Dalam waktu dekat TNI Angkatan Laut juga akan meminta PT PAL untuk melakukan peningkatan kemampuan kapal-kapal perang TNI Angkatan Laut kelas van speijk dan kapal patroli cepat 57 mm. "Ini sejalan dengan kebutuhan TNI Angkatan Laut yang kini memprioritaskan pengaman wilayah perbatasan maritim dan pulau-pulau terdepan," kata Kasal Agus.

2012: Kiamat kecil akan datang, saatnya siapkan kapal induk PT PAL

peace     19.07    
Menurut film ini, kiamat kecil akan datag tahun 2012, banyak milyuner yang berani beli tiket untuk menyelamatkan diri dengan "Ark" untuk selamat dari terjangan tsunami besar. Apa jawaban Indonesia???? :-)

Jawabannya adalah kapal induk PT PAL!!!!









Terbaru

Defense

BCAS

Local

TSCFWA

Regional

Global

© 2011-2014 ACDI. Designed by Bloggertheme9. Powered by Blogger.