Breaking News

maritim

Advertise here

Sanner dan Printer 3D untuk Rekayasa Ulang

peace     17.35    
ACDI -- Teknologi scanner dan printer 3D saat ini sudah semakin canggih, sehingga bukan alasan lagi bagi negara berkembang untuk tidak mampu memproduksi alat pertahanan sendiri.

Dengan dua alat ini, berbagai suku cadang dapat diproduksi berdasarkan model yang mudah didapat atau dari museum kapal atau pesawat di museum untuk direka ulang.

Bahkan perusahaan sekelas SpaceX dan lainnya juga menggunakan teknologi 3D untuk mengembangkan produk mereka.

Berikut beberapa video:


Melihat Pembangunan Anjungan Minyak Raksasa di Dubai dan Iran

peace     03.42    
ACDI -- Dubai mempunyai perusahaan besar bernama Drydock yang membangun anjungan minyak lepas pantai berukuran raksasa.

Tetangganya Iran juga melakukan hal yang sama untuk pengeboran gas di lepas pantai.

Berikut video kedua pabrik tersebut:


Di Surabaya, Jokowi Perintahkan Terorisme Dibongkar Sampai ke Akar

peace     17.04    
ilustrasi
ACDI -- Tiga gereja di Surabaya menjadi sasaran pengeboman. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut jarngan sampai ke akar-akarnya.

"Tadi saya sudah perintahkan kepada Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku, dan saya perintahkan untuk membongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya," kata Jokowi di lokasi, Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).

Jokowi mengajak segenap warga untuk bersama-sama memerangi terorisme. Jokowi menyebut pengeboman ini sebagai tindakan biadab.

"Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan tidak ada kaitannya dengan agama apapun. Semua ajaran agama menolak terorisme, apapun alasannya," kata Jokowi.

Jokowi menyampaikan duka cita untuk para korban pengeboman ini. "Tak ada kata yang dapat menggambarkan betapa dalam rasa duka cita kita semuanya atas jatuhnya korban akibat serangan bom bunuh diri di Surabaya ini," kata Jokowi.

Ledakan bom pagi ini terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Surabaya di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Jl Arjuna.

More

Melihat Perbandingan Tank Tempur tanpa Awak Buatan STTAL, Rusia dan AS

peace     17.16    
ACDI -- Tank tempur tanpa awal diciptakan oleh maahsiswa STTAL Surabaya.

Penggunaan kendaraan tempur tanpa awak mulai dikembangkan di beberapa negara termasuk AS, dan Rusia.

Berikut penampakannya. Bandingkan dengan buatan Rusia.


Napi Teroris Mako Brimob Bakal Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan

peace     21.30    
ACDI -- Penanggulangan kerusuhan teroris dalam rutan di Mako Brimob telah usai. Tragedi kerusuhan itu juga diwarnai dengan aksi penyanderaan.

"Alhamdulillah narapidana teroris semuanya sudah menyerahkan diri kepada aparat keamanan dan pada kesempatan yang baik ini saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh aparat keamanan yang terlibat dalam penanganan ini," kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jl Ir H Djuanda, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018).

Seluruh napi teroris yang telah menyerahkan diri kini dipindahkan ke Lapas Nusakambangan.


More

PT PAL Ingin Gandakan Keuntungan Dua Kali Lipat

peace     16.28    
ACDI -- PT Penataran Angkatan Laut (PAL) Indonesia (Persero) menargetkan penjualan pada 2018 sebesar Rp 2,4 triliun. Target tersebut hampir dua kali lipat atau naik 100% dibandingkan keuntungan penjualan pada 2017 yang sebesar Rp 1,2 triliun.

"Tahun ini targetnya Rp 2,4 triliun karena kami meningkatkan kemampuan," kata Direktur Pembangunan Kapal PT PAL Indonesia (Persero) Turitan Indaryo di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (7/2).

Turitan mengatakan, pihaknya masih akan menggaet pasar dominan dari militer Indonesia. Namun, dia membuka peluang ekspor dilakukan terhadap negara tetangga seperti Filipina dan Malaysia.

Menurut Turitan, tahun ini pihaknya kan berfokus untuk menggarap jenis kapal perang saat ini. Salah satu alasannya, permintaan kapal niaga sedang turun lantaran meningkatnya harga minyak.


More

Suasana Penyerahan Jabatan Komandan Kapal Selam

peace     22.37    
ACDI -- Kapal selam merupakan salah satu unsur alat utama sistem persenjataan (Alutsista) di jajaran TNI AL. Seperti apa kehidupan dan suasana kehidupan di kapal selam tentu belum banyak yang mengetahuinya.

Kepala Dinas Penerangan Koarmatim Letkol Laut (KH) Suratno dalam keterangan persnya melaporkan sekilas dan proses pergantian jabatan Komandan KRI Nagapasa, yaitu salah satu kapal selam milik kebanggaan Indonesia khususnya kebanggaan TNI AL.

Menurut Suratno, Komandan Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmatim Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa menerima penyerahan jabatan Komandan KRI Nagapasa – 403 dari Letkol Laut (P) Harry Setyawan di Dermaga Dok Lewang, Ujung, Koarmatim, Surabaya, Jumat (2/2/2018).

Dansatsel Koarmatim dalam amanatnya menyampaikan, pergantian jabatan Komandan KRI merupakan hal yang wajar di dalam suatu organisasi untuk pembaharuan semangat dan penyegaran pemikiran yang merupakan bagian dari rangkaian pembinaan personel di lingkungan TNI AL.

Tugas TNI AL, khusunya Armada Republik Indonesia di masa mendatang penuh dengan tantangan dan memerlukan perhatian khusus, apalagi dikaitkan dengan telah tumbuhnya kesadaran para pemimpin bangsa akan pentingnya pembangunan sektor kelautan bagi kejayaan bangsa dan negara Indonesia. Untuk itu, semua Alutsista dituntut setiap saat hadir di laut guna menegakkan dan mempertahankan kedaulatan serta mengamankan wilayah perairan Yurisdiksi Nasional.


More

Kapal Induk untuk Pertahanan dan Tol Laut

peace     16.05    
ACDI -- Pada masa PD II, kapal induk dapat berfungsi untuk pertahanan maupun komersil sebagai angkutan barang untuk imperium Inggris yang luas.

Istilah ini sekarang disebut sebagai tol laut.

Dalam keadaan aman, kapl induk dapat menjadi tol laut, mengangkut komoditas antar pulau, dan dalam keadaan darurat bencana alam dan perang dapat juga difungsikan dengan baik.

Berikut beberapa contohnya:


Senegal to Buy Indonesian Made Vessels

peace     05.19    
ACDI -- Senegal has expressed an interest in buying military vehicles manufactured by Indonesian strategic industries, including ships, helicopters and VIP-class vessels for fast coastal-crossing.

The interest was conveyed by Senegal President Macky Sall to Indonesian Ambassador to Senegal Mansyur when he handed over his credentials on Friday.

“Senegal is building up the economy and wants to gear up its military transportation for border surveillance,” Mansyur said as reported by Antara news agency, underlining the two countries militarily have something in common in contributing to world peace.

Senegal has 3,575 military personnel on UN peacekeeping missions and ranks seventh among the countries with the most UN peacekeepers, while Indonesia ranks 11th  with 2,729 personnel in eight African countries.

During the event, Mansyur promoted Indonesian-made military vehicles and primary weaponry systems, at which the Senegal government requested the technical specifications and details.

The vessels are made by state-owned shipbuilder PAL while the helicopters are manufactured by state-owned aircraft manufacturer Dirgantara Indonesia.


More

PAL Mulai Garap Kapal LPD ke-3 TNI AL

peace     04.30    
ACDI -- PT PAL Indonesia mulai menggarap kapal Landing Platform Deck (LPD). Kapal ke-3 ini dipesan TNI AL melalui kontrak dengan nomor TR/03/02-49/I/2017/Disadal pada 11 Januari 2017. Pengerjaan kapal ditargetkan selesai dalam waktu 23 bulan.

Sebelumnya, PAL telah menyelesaikan pesanan kapal LPD juga dari TNI AL, yakni KRI Banjarmasin 592 dan KRI Banda Aceh 593. "Terima kasih kepada TNI AL yang telah mempercayakan pembuatan kapalnya ke kami," ucap Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh pada acara Ceremony of First Steel Cutting Kapal Landing Platform Dock (W000298) di bengkel fabrikasi divisi kapal niaga PT PAL, Surabaya, Jumat (28/4/2017).

Asisten Logistik KASAL Laksamana Muda TNI Mulyadi menambahkan, dipilihnya PAL untuk menggarap kapal LPD ke-3 didasari atas keberhasilan menyelesaikan kapal sejenis sebelumnya. TNI AL juga mendorong kebijakan pemerintah dalam hal peningkatan industri nasional.

"Kemampuan PT PAL harus kita pelihara. Agar tak tergantung negara lain, (pesanan) harus kita beri terus. Kalau tak ada order, maka kemampuan akan menurun," tegas Mulyadi.


More

#TNI AL Punya Tiga #Kapal #Patroli Baru di #Batam

peace     13.49    
ACDI -- TNI AL meresmikan tiga kapal patroli baru, Selasa (10/1/2017), di Batam, Kepulauan Riau. Seluruh kapal akan bergabung dengan Komando Armada RI Kawasan Timur.

Kepala Staf TNI AL Laksamana Ade Supandi menuturkan, tiga kapal patroli itu mulai dibangun pada 2015. Seluruh proses pembangunan dilakukan di Batam.

“Pembuatan kapal-kapal ini membuktikan Indonesia mampu mandiri dalam pengadaan alutsista,” ujarnya di sela peresmian.

Kapal yang diresmikan adalah KRI Tatithu-853, KRI Layaran-854, dan KRI-Madidihang-855.

Setiap kapal sepanjang 40 meter itu akan dilengkapi meriam 30 milimeter. Namun, senjata untuk kapal-kapal itu belum dipasang.

“Pengadaan senjata oleh TNI AL, bukan oleh pembuat kapal. Nanti senjata akan dipasang oleh TNI AL, sudah proses pengadaan,” tuturnya.

Seluruh kapal akan segera bergabung dengan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yang bermarkas di Surabaya.

Dalam peresmian kemarin, TNI AL sekaligus menyerahkan kapal-kapal itu kepada Koarmatim.

Dengan penambahan tiga kapal itu, TNI AL sudah memiliki 18 kapal patroli berspesifikasi sejenis. Sebagian kapal-kapal itu dibuat di Batam.


More

Dermaga Pangkalan Pondok Dayung Diresmikan, Sibolga, Natuna dll Menyusul

peace     02.41    
Dermaga Pangkalan Pondok Dayung di Kompleks Satuan Komando Armada RI Kawasan Barat Pondok Dayung, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (29/11), diresmikan. (photo : Berita Satu)

Jakarta- Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Ade Supandi meresmikan dermaga dan pembangunan gedung baru di Kompleks Satuan Komando Armada RI Kawasan Barat Pondok Dayung, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (29/11).

Pembangunan dermaga di sisi utara Pelabuhan Tanjung Priok tersebut dianggap merupakan sebuah terobosan penting, khususnya dalam melengkapi kesinambungan dan keseimbangan bagi prajurit dan armada TNI AL antara keberadaan kapal dengan pelabuhan.

"Kompleks Satuan Koarmabar Wilayah I ini akhirnya dapat juga kita resmikan setelah menunggu 13 tahun," ujar Ade Supandi, di depan dermaga Pondok Dayung tepat depan Gedung Roesdi Roesli.

Ia mengungkapkan, pembangunan yang sebenarnya dimulai sejak 2003 itu berjalan lambat karena keterbatasan anggaran pemerintah sehingga pembangunan gedung dan dermaga dilakukan secara bertahap.

"Pada masa lalu, kita banyak beli alutsista, tapi infrastruktur tidak disiapkan, seharusnya pembelian alutsista harus sejalan dengan pembangunan infrastruktur di pangkalan," tambahnya.


Dengan keberadaan dermaga tersebut, maka pihak TNI Angkatan Laut tidak perlu lagi meminjam dermaga di Pelabuhan Tanjung Priok yang saat ini memang sudah sangat padat slotnya untuk kapal angkutan barang atau kargo dan penumpang.

"Saya minta ke depannya proyeksi pembangunan pangkalan TNI AL, di setiap 300 mil di antara pangkalan, ada dermaga dengan panjang minimal 150 meter dan bisa menampung 5 kapal untuk sandar dan persiapan operasi di lokasi dermaga," kata Ade Supandi.

Peran dermaga tersebut sangat strategis bagi pemetaan kekuatan personel TNI AL seperti untuk mengubah posisi prajurit di titik rawan, pengisian bahan bakar, perbaikan kapal, hingga pergantian personel.

"Kapal patroli kita sebar di pangkalan untuk proyeksikan untuk mendukung pertahanan di daerah pangkalan yang harus didukung oleh semua pihak demi ketahanan NKRI dan kedaulatan wilayah perbatasan laut Indonesia," tegasnya.

Selain di Pondok Dayung, TNI AL juga mengembangkan pembangunan dermaga yang sama seperti di Sibolga, Palu, Rosong, Marsela, hingga di Natuna. (sumber)

Segera Miliki Kaos 'NKRI Forever'

peace     16.34    



Untuk pemesanan lihat di sini

Kapal Induk Kedua Cina Hampir Rampung

peace     05.51    
ACDI -- Kapal Induk kedua Cina hampir rampung. Kapal induk ini buatan sendiri berbeda dengan yang pertama buatan Ukraina dan Rusia.







Kapal Induk India, INS Vikrant, Hampir Selesai

peace     08.59    
Ini foto-foto terakhir










China unveils 'world's largest seaplane'

peace     13.22    
China has completed what it describes as the world's largest seaplane.

The amphibious AG600 is about the size of a Boeing 737 and will be used to fight forest fires and perform marine rescue operations, state-run news agency Xinhua said.

With a maximum take-off weight of 53.5 tons, the AG600 is the largest seaplane in the world, Xinhua said. It has a reported flight range of 4,500 kilometers and can collect 12 tons of water in only 20 seconds.

Indonesia as a Maritime Power: Jokowi

peace     20.33    
Earlier this year, electoral debate in Indonesia powered up a national discourse about the country’s intent, capabilities, and roadmap as a maritime power in the Indo-Pacific region.

Indonesia’s newly installed president, Joko Widodo, popularly known as Jokowi, promised in his election manifesto in May 2014 to (1) focus on strengthening Indonesia’s maritime security, (2) expand the canvas of regional diplomacy to cover the entire region of the Indo-Pacific, and (3) project the Indonesian navy as a respected regional maritime power in East Asia.

More

Majapahit Navy, Regional Superpower in Southeast Asia

peace     20.26    
THE powerful Hindu kingdom, Majapahit, emerged in the 13th century and united much of what is now modern Indonesia.This Hindu-Buddhist state emerged as a trading Empire by the end of the 13th century and gained control over much of the archipelago, including Sumatra, Borneo, Sulawesi, Maluku, Sumbawa, Lombok, and Timor. Its territorial expansion was credited to its significant naval power and, to some extent, to Gadjah Mada, who was the military commander of the kingdom from 1336.



Majapahit Kingdom was the last great Hindu-Buddhist Kingdom of Indonesia, whose influence started to decline in the late 14th century and early 15th centuries. The Kingdom finally collapsed at the beginning of the 16th century. It is sometimes seen as establishing a precedent for the present political boundaries of the Republic of Indonesia (Ricklefs 1993: 19).

The Majapahit Empire was based in eastern Java and ruled much of the southern Malay Peninsula, Borneo, Sumatra, and Bali from about 1293 to around 1500. Its greatest ruler was Hayam Wuruk, whose reign from 1350 to 1389 marked the empire's peak.

More here, here and here

Military

African News

Proud

World Affairs

Others

Technology

© 2011-2014 ACDI. Designed by Bloggertheme9. Powered by Blogger.